Tokek Purba Kembali Ditemukan di Galapagos

Tokek Purba Kembali Ditemukan di Galapagos

Jakarta (Animalium.id) – Genus tokek yang sebelumnya hanya dikenal dari catatan subfosil 5.700 tahun yang lalu kembali ditemukan di Galapagos. Subfosil ini merupakan istilah yang merujuk pada sisa-sisa hewan yang belum cukup umur untuk dianggap sebagai fosil sejati atau tak sepenuhnya membatu.

Bulan lalu, sekelompok ilmuwan dari Taman Nasional dan Konservasi Pulau Galápagos melakukan perjalanan penelitian selama delapan hari di Kepulauan Galapagos.

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana satwa liar pulih kembali populasinya di kedua pulau (Pulau Rabida dan Pulau Pinzon). Tepatnya sepuluh tahun setelah pemusnahan hewan pengerat invasif, yaitu tikus.

Selama perjalanan tersebut, para ilmuwan berhasil bertemu dengan tokek yang termasuk ke dalam genus Phyllodactylus di Pulau Rabida. Wilayah ini merupakan bagian dari Kepulauan Galapagos. Di lokasi ini populasi reptil telah dianggap punah secara lokal. Kadal karnivora kecil tersebut sebelumnya hanya dikenal dari catatan subfosil saja.

Para ilmuwan kini sedang melakukan analisis genetik untuk memastikan apakah tokek tersebut mewakili spesies baru.

Rumah Bagi 7 Spesies Tokek Endemik

Kepulauan Galapagos sudah menjadi rumah bagi 7 spesies tokek endemik dan 3 spesies tokek baru. Kepulauan ini merupakan kepulauan terpencil di Samudra Pasifik. Terletak lebih dari 560 mil sebelah barat Benua Amerika Selatan, yang merupakan bagian dari Republik Ekuador.

Kepulauan ini juga merupakan kawasan lindung yang terkenal dengan keragaman spesies flora dan fauna unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia (endemik). Spesies terkenal di pulau-pulau ini pernah Charles Darwin pelajari pada awal tahun 1800-an. Pengamatannya itu akhirnya mengilhami pengembangan teori evolusinya.

Kepulauan Galapagos akhirnya menjadi gambaran sebuah karya untuk proses evolusi. Lokasi ini terkesan isolasi ekstrem, khatulistiwa pada pertemuan tiga arus laut. Kondisi ini sangat ideal untuk habibat dan perkembangan tumbuhan serta hewan-hewan unik, seperti kura-kura raksasa, iguana laut dan penguin Galápagos.

Pulau Rábida dan Pinzón telah menjadi habitat yang cocok untuk spesies endemik Galápagos yang belum pernah tercatat di pulau-pulau sebelumnya. Spesies ini dianggap punah secara lokal, atau hanya ada dalam jumlah yang sangat sedikit.

Pemusnahan Spesies Invasif

Temuan awal menunjukkan bahwa penghilangan hewan pengerat invasif ini, telah menyebabkan perbaikan ekologi yang signifikan. Pertama kali seekor tokek tercatat di Pulau Rábida setelah pemusnahan spesies invasif terjadi pada tahun 2013. Tetapi pada saat itu hanya beberapa individu yang berhasil teramati. Tetapi kini, selama perjalanan penelitian para ilmuwan dapat mendokumentasikan lebih banyak populasi yang kondisinya stabil.

Juru bicara Konservasi Pulau di Kepulauan Galapagos, Sally Esposito, mengatakan upaya pemulihan kembali sebuah pulau dengan memusnahkan spesies-spesies invasif sama seperti “menekan tombol riset”.

Ekosistem alami pulau itu pulih kembali dan dengan itu satwa liar yang menopangnya bermunculan kembali. Selain itu, pemulihan kembali pulau telah menguntungkan satwa liar asli dan memberi kesempatan bagi mereka untuk berkembang.

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Sumber : Berbagai sumber