Species Story

Pari Manta Si Pintar di Laut Dalam

Sebagai makhluk laut yang hidup di perairan laut tropis dan subtropis, Pari manta (Mobula alfredi) layak dijuluki pintar. “Manta” mempunyai rasio ukuran otak lebih besar dibanding semua ikan berdarah dingin.

Penelitian sudah menunjukkan bahwa pari manta bisa mengenali diri mereka sendiri di cermin. Suatu kemampuan yang memberikan fungsi kognitif yang tinggi. Kemampuan serupa juga ditunjukkan lumba-lumba, primata, dan gajah.

Penelitian menunjukkan, pari manta bisa membentuk peta jelajah lingkungannya melalui penciuman dan isyarat visual. Hal inilah yang membuat ingatan jangka panjangnya sangat berkembang.

Morfologi Mobula alfredi

Dalam bahasa Spanyol, “Manta” berarti selimut atau jubah. Hal ini mendeskripsikan tampilan tubuh hewan yang besar, datar, serta berbentuk berlian, yang dicirikan pada sirip di dadanya berbentuk segitiga.

Mobula alfredi ini mempunyai dua sirip berbentuk tanduk yang menonjol dari bagian depan kepalanya. Mereka pun kerap dapat julukan “ikan setan”.

Selama beberapa tahun, para ilmuwan mengira hanya terdapat satu spesies pari manta. Di tahun 2008, para peneliti menemukan bahwa sebenarnya ada 2 spesies yang berbeda: pari manta terumbu, yang cenderung lestari pada sepanjang garis pantai di Indo-Pasifik.

Kemudian pari manta lautan raksasa, yang hidup pada semua samudera utama dunia, menghabiskan sebagian besar hidupnya di sana.

Namun ternyata ada spesies manta karang yang lebih kecil, mempunyai lebar sayap mengesankan homogen-rata lebih kurang 3,3 meter. Lalu pari manta samudera super besar, spesies pari terbesar dan bisa mempunyai lebar sayap hingga 8,8 meter.

Habitat, Pakan dan Reproduksi

Saat berenang, kedua spesies pari manta itu seperti pemakan filter. Artinya mereka berenang menggunakan mulut yang terbuka lebar. Kemudian menarik zooplankton, mereka saring melalui deretan garu mungil yang melapisi mulut yang diklaim lempeng insang.

Teknik kreatif mereka pilih saat memberi makan. Seperti misalnya jungkir pulang berulang kali untuk tetap berada pada satu daerah yang penuh dengan krill. Sedangkan teknik berikutnya, memberi makan berantai.

Pari manta super besar hidup sendiri atau dalam gerombolan kecil. Umumnya berkumpul hanya untuk mencari makan. Mereka dianggap predator dan berburu jauh di bawah permukaan laut.

Di sana pari manta rutin mengunjungi pos pencucian atau terumbu karang. Hewan laut kerap membersihkan parasit pada tubuhnya di lokasi itu. Pari manta bisa saja kembali berulang kali ke tempat itu.

Sementara itu, terkait reproduksi, pari manta betina mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 8-10 tahun. Kecenderungannya melahirkan setiap beberapa tahun sekali, umumnya satu anak, atau bisa juga dua.

Kehamilan berlangsung kurang lebih 12-13 bulan. Bayi terlihat seperti pari manta dewasa hanya saja ukurannya terlihat lebih mungil saat lahir serta dapat bertahan hidup tanpa pengasuhan orang tua.

Ancaman dan Perlindungan

Terkait statusnya di alam, The International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebut, kedua sub-spesies pari manta vulnerable atau rentan. Ancaman terbesarnya adalah penangkapan ikan secara berlebihan dengan pukat harimau. Karena pari manta berumur panjang serta lambat bereproduksi, populasi lokalnya akan sulit meningkat jika masuk jerat penangkapan.

Daging pari manta masih jadi incaran. Beberapa orang menilainya sebagai makanan enak. Ribuan pari manta dibunuh setiap tahunnya untuk itu. Nilai perdagangannya pun hampir mencapai US$ 30 juta.

Tiongkok juga menggunakan pari manta untuk pengobatan. Mereka percaya bisa meningkatkan peredaran darah hingga menyembuhkan cacar air. Meskipun bukti ilmiahnya belum ada.

Lalu, sejak tahun 2011, pari manta di perairan internasional dilindungi oleh kesepakatan Spesies Bermigrasi, sebuah perjanjian internasional yang melindungi hewan liar bermigrasi. Selain itu, beberapa negara termasuk Ekuador, Peru, Meksiko, Filipina, serta Selandia Baru memberlakukan embargo penangkapan ikan.

Tahun 2014, Indonesia menjadi rumah bagi perikanan pari manta terbesar dunia. Hal ini terkait adanya larangan penangkapan ikan termasuk pari manta.

Sebab nilai ekonomi pari manta yang lestari untuk sektor pariwisata jauh lebih menguntungkan. Bayangkan saja, jika terus hidup di habitatnya nilai ekonominya untuk kawasan wisata hingga US$ 1 juta seumur hidupnya. Tapi jika pari manta mati nilainya hanya US$ 500.

Penulis : Zenobia Anwar

Editor : Ari Rikin

[contact-form-7 id="49" title="Pendaftaran Event"]