Research Corner Things To Do Internship About Us Beli Paket Edukasi 🎟
Species Story 5 November 2026 · Hania Chusni F

Pelajari dan Cintai Bersama Satwa di Indonesia!

Pelajari dan Cintai Bersama Satwa di Indonesia!

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional menjadi momentum untuk kembali mengenal, menghargai, dan menjaga kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Puspa dan satwa bukan hanya memperindah alam, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberlangsungan kehidupan.

Setiap tumbuhan dan satwa saling terhubung dalam suatu kesatuan ekosistem. Tumbuhan menyediakan sumber pangan sekaligus habitat bagi berbagai satwa, sementara satwa berperan dalam proses penyerbukan, penyebaran biji, hingga menjaga keseimbangan rantai makanan. Oleh karena itu, hilangnya satu komponen ekosistem dapat memberikan dampak bagi komponen lainnya.

Indonesia juga memiliki kekayaan fauna endemik yang tersebar di tiga kawasan zoogeografi, yaitu Indonesia bagian barat (Asiatis), kawasan peralihan (Wallacea), dan Indonesia bagian timur (Australis). Perbedaan karakter fauna di setiap kawasan tidak terlepas dari sejarah geologi dan batas persebaran biogeografi, termasuk Garis Wallace dan Garis Weber. Keunikan ini tercermin dari beragam satwa khas, mulai dari mamalia bercorak Asiatis hingga burung berwarna cerah yang menjadi ciri kawasan Australis. Yuk, kenali bersama lebih jauh!

1. Kawasan Barat (Asiatis)

Kawasan ini meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Faunanya memiliki kemiripan dengan daratan Asia, seperti dominasi mamalia berukuran besar dan primata. Salah satu satwa endemiknya adalah badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), yang memiliki satu cula pendek dan lipatan kulit menyerupai pelindung tubuh. Satwa ini hidup soliter dan betina umumnya melahirkan satu anak. Badak Jawa berstatus Kritis (Critically Endangered/CR), dengan populasi kurang dari 50 individu yang seluruhnya berada di Taman Nasional Ujung Kulon.

2. Kawasan Peralihan (Wallacea)

Wilayah Wallacea mencakup Sulawesi, Nusa Tenggara, dan sebagian besar Maluku. Kawasan ini memiliki perpaduan karakter fauna Asia dan Australia serta tingkat endemisme yang tinggi.

Contohnya adalah komodo (Varanus komodoensis), kadal terbesar di dunia yang memiliki tubuh kekar, ekor kuat, dan kemampuan berburu mangsa berukuran besar. Komodo hidup soliter dan berkembang biak dengan bertelur. Pemantauan tahun 2024 memperkirakan sekitar 3.270 individu berada di kawasan Taman Nasional Komodo dan wilayah sekitarnya.

Contoh lainnya adalah anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), kerbau liar berukuran kecil yang hanya ditemukan di Sulawesi dan Pulau Buton. Anoa umumnya hidup soliter, sedangkan betinanya biasanya melahirkan satu anak. IUCN mengategorikannya sebagai Genting (Endangered/EN), dengan perkiraan kurang dari 2.500 individu dewasa pada penilaian tahun 2014.

Burung maleo (Macrocephalon maleo) juga merupakan satwa endemik Sulawesi. Burung ini memiliki tonjolan keras di kepala dan kebiasaan unik meletakkan telur berukuran besar di pasir atau tanah hangat. Telurnya menetas dengan bantuan panas matahari atau panas bumi. Maleo berstatus Kritis (CR), terutama akibat pengambilan telur dan kerusakan habitat tempat bersarang.

3. Kawasan Timur (Australis)

Wilayah ini terutama mencakup Papua dan Kepulauan Aru. Faunanya memiliki karakter Australis, seperti burung berwarna mencolok dan mamalia berkantung. Salah satu contohnya adalah cenderawasih Wilson (Diphyllodes respublica), burung endemik Pulau Waigeo dan Batanta di Raja Ampat. Burung jantan memiliki bulu berwarna cerah dan melakukan tarian untuk menarik betina. Status konservasinya Near Threatened (NT), sementara jumlah populasinya belum diketahui secara pasti.

Keberadaan satwa-satwa tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya kaya akan keanekaragaman fauna, tetapi juga memiliki spesies dengan persebaran sangat terbatas. Perlindungan habitat, pengendalian perburuan, dan pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan populasi mereka.


Gambar: Chris F. https://www.pexels.com/photo/lizard-on-rock-on-land-9394000/

Sumber:

← Kembali ke Research Corner