Research Corner Things To Do Group Calendar Internship About Us Beli Paket Edukasi 🎟
Species Story 11 August 2026 · Hania Chusni F

Menyigi Keunikan Ahli Kamuflase dari Australia

Menyigi Keunikan Ahli Kamuflase dari Australia

Serangga daun berduri (Extatosoma tiaratum) merupakan salah satu anggota Phasmatodea yang terkenal karena kemampuan kamuflasenya yang luar biasa. Spesies yang dikenal juga sebagai spiny leaf insect atau Macleay’s spectre ini memiliki tubuh dan kaki berduri yang menyerupai daun kering sehingga sulit dibedakan dari lingkungan sekitarnya. Ketika terganggu, tubuhnya dapat bergoyang mengikuti gerakan daun yang tertiup angin, membantu menyamarkan keberadaannya dari predator. Kemampuan tersebut menjadikannya salah satu contoh menarik tentang bagaimana bentuk tubuh dan perilaku dapat bekerja bersama sebagai strategi pertahanan.

Morfologi, Habitat, dan Persebaran

Betina E. tiaratum berukuran jauh lebih besar daripada jantan. Tubuh betina memiliki abdomen lebar dengan tonjolan dan duri menyerupai daun kering, sedangkan jantan memiliki tubuh lebih ramping, antena lebih panjang, dan sayap yang berkembang lebih baik. Warna tubuh dapat bervariasi dari hijau hingga cokelat, bergantung antara lain pada kondisi lingkungan. Nimfa memiliki bentuk yang berbeda dari individu dewasa dan pada tahap awal dapat menyerupai semut, sebuah bentuk mimikri yang membantu menghindari predator.

Spesies ini berasal dari Australia bagian timur, terutama Queensland dan New South Wales. Habitatnya berkaitan dengan vegetasi berkayu yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Sebagai herbivor, E. tiaratum memakan berbagai daun, termasuk eucalyptus dan beberapa tumbuhan lainnya.

Perilaku dan Reproduksi

Extatosoma tiaratum lebih banyak menghabiskan waktu dengan diam pada vegetasi dan aktif terutama ketika kondisi lebih gelap. Saat terganggu, individu dapat melakukan gerakan bergoyang menyerupai daun yang tertiup angin. Strategi ini disebut sebagai kamuflase gerak (motion camouflage) dan membantu mengurangi kemungkinan terdeteksi predator.

Salah satu keunikan terbesar spesies ini adalah kemampuan betina untuk bereproduksi secara seksual maupun partenogenesis. Jika terjadi perkawinan, telur yang dibuahi dapat menghasilkan keturunan jantan maupun betina. Namun, betina juga dapat menghasilkan keturunan tanpa pembuahan; telur tersebut berkembang menjadi individu betina. Penelitian menunjukkan bahwa partenogenesis pada spesies ini merupakan bentuk reproduksi fakultatif dengan mekanisme automixis.

Telur E. tiaratum juga memiliki hubungan menarik dengan semut. Bentuk dan lapisan luar telur menyerupai sumber makanan bagi beberapa semut sehingga telur dapat dibawa ke sarang. Setelah bagian luar dimanfaatkan, telur tetap berkembang di lingkungan sarang hingga nimfa menetas. Dengan demikian, siklus hidupnya melibatkan interaksi unik antara serangga tongkat dan semut.

Status Konservasi

Extatosoma tiaratum tercatat berstatus Least Concern (Risiko Rendah) dalam daftar merah IUCN. Meskipun demikian, seperti serangga lainnya, keberlangsungannya tetap bergantung pada ketersediaan vegetasi dan habitat yang sesuai. Perlindungan habitat alami serta pemeliharaan keanekaragaman tumbuhan menjadi bagian penting dalam menjaga populasi spesies ini di alam.


Sumber:

← Kembali ke Research Corner