Selamat bulan Juli, #KawAnimalium! Menyambut World Chimpanzee Day di bulan Juli, yuk kita kenali kelompok primata lebih jauh bersama-sama. Di Indonesia, istilah “monyet” dan “kera” sering digunakan secara bergantian untuk menyebut primata. Padahal, keduanya merupakan kelompok yang berbeda dalam klasifikasi ilmiah. Simpanse, gorila, orangutan, dan owa bukanlah monyet, melainkan termasuk kelompok kera (apes). Lalu, apa sebenarnya perbedaan keduanya?
Taksonomi dan Habitat
Monyet dan kera sama-sama termasuk dalam ordo Primata, yaitu kelompok mamalia yang memiliki otak berkembang baik, mata menghadap ke depan sehingga mampu melihat secara stereoskopis, serta tangan yang dapat menggenggam.
Secara ilmiah, keduanya diklasifikasikan sebagai berikut:
- Kingdom: Animalia
- Filum: Chordata
- Kelas: Mammalia
- Ordo: Primates
Perbedaan yang paling mudah dikenali adalah ekor. Hampir seluruh spesies monyet memiliki ekor, bahkan pada beberapa spesies Amerika Selatan ekornya dapat digunakan untuk menggenggam dahan (prehensile tail). Sebaliknya, seluruh kera ekornya telah tereduksi.
Ukuran tubuh juga berbeda. Sebagian besar monyet berukuran kecil hingga sedang, dengan berat hanya beberapa ratus gram hingga sekitar 35 kilogram. Kera memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar. Gorila jantan, misalnya, dapat mencapai berat lebih dari 180 kilogram, sedangkan simpanse dewasa dapat memiliki berat sekitar 40–70 kilogram.
Perbedaan berikutnya terlihat pada cara bergerak. Monyet umumnya berjalan menggunakan keempat tungkai dan sangat lincah berpindah di pepohonan. Sebaliknya, setiap kelompok kera memiliki cara bergerak yang khas. Owa terkenal dengan teknik brachiation, yaitu berayun menggunakan kedua lengan dari satu cabang ke cabang lain. Gorila dan simpanse lebih sering berjalan menggunakan buku-buku jarinya (knuckle-walking), sementara manusia berkembang menjadi satu-satunya primata yang berjalan tegak secara permanen.
Kera juga memiliki lengan yang relatif lebih panjang dibandingkan kaki, bahu yang lebih fleksibel, serta dada yang lebih lebar dibandingkan monyet. Adaptasi ini memungkinkan mereka melakukan gerakan menggantung dan memanjat dengan sangat efisien.
Dari sisi kecerdasan, baik monyet maupun kera memiliki kemampuan belajar yang tinggi. Namun, kera umumnya menunjukkan kemampuan kognitif yang lebih kompleks. Simpanse diketahui mampu membuat dan menggunakan alat untuk memperoleh makanan, mengenali dirinya sendiri melalui mirror self-recognition test, bekerja sama dalam kelompok, hingga mempelajari bahasa isyarat sederhana dalam lingkungan penelitian. Orangutan bahkan mampu merencanakan penggunaan alat dan memecahkan berbagai masalah secara fleksibel.
Status Konservasi
Status konservasi monyet sangat beragam. Beberapa spesies seperti monyet ekor panjang masih berstatus Least Concern, meskipun populasinya menurun di sejumlah wilayah akibat perburuan dan hilangnya habitat. Sebaliknya, beberapa spesies lain telah masuk kategori Endangered bahkan Critically Endangered.
Kelompok kera menghadapi ancaman yang jauh lebih serius. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), seluruh spesies kera besar mengalami penurunan populasi. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), orangutan Sumatra (Pongo abelii), simpanse (Pan troglodytes), bonobo (Pan paniscus), dan seluruh spesies gorila saat ini termasuk kategori Endangered atau Critically Endangered. Ancaman utamanya meliputi deforestasi, konversi lahan, perburuan untuk konsumsi maupun perdagangan satwa liar, serta penyebaran penyakit dari manusia.
Karena memiliki siklus reproduksi yang lambat, seekor induk simpanse hanya melahirkan satu anak setiap sekitar 5–6 tahun—pemulihan populasi kera berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan banyak mamalia lainnya.
Meskipun sama-sama termasuk primata, monyet dan kera merupakan dua kelompok yang berbeda secara anatomi, perilaku, maupun evolusi. Ciri paling mudah dikenali adalah keberadaan ekor, tetapi perbedaan mereka jauh lebih luas, mulai dari cara bergerak hingga kemampuan kognitif.
Melalui peringatan World Chimpanzee Day, kita diajak untuk lebih mengenal kelompok kera, khususnya simpanse, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian seluruh primata. Menjaga hutan sebagai habitat alami mereka berarti turut menjaga salah satu cabang evolusi paling dekat dengan manusia dan mempertahankan keseimbangan ekosistem hutan tropis.
Sumber:
- American Museum of Natural History. (n.d.). Monkey and ape: What’s the difference? https://www.amnh.org/
- Encyclopaedia Britannica. (2024). Ape. https://www.britannica.com/animal/ape
- Encyclopaedia Britannica. (2024). Monkey. https://www.britannica.com/animal/monkey
- International Union for Conservation of Nature. (2025). The IUCN Red List of Threatened Species. https://www.iucnredlist.org
- Jane Goodall Institute. (n.d.). Chimpanzees. https://janegoodall.org
- National Geographic Society. (2023). Primates. https://education.nationalgeographic.org
- Smithsonian National Zoo & Conservation Biology Institute. (n.d.). Primate facts. https://nationalzoo.si.edu
- World Association of Zoos and Aquariums. (n.d.). World Chimpanzee Day. https://www.waza.org
Sumber foto: Klub Boks: https://www.pexels.com/photo/three-brown-monkeys-on-brown-tree-6485299/