Di balik air rawa yang tenang dan sungai tropis Papua, terdapat kehidupan kura-kura air tawar dengan warna tubuhnya yang mencolok, yaitu Kura-Kura Dada Merah atau Emydura subglobosa. Sesuai dengan namanya, mereka memiliki beberapa bagian tubuh berwarna jingga hingga kemerahan. Keunikan warnanya tersebut bukan hanya menjadi ciri khas, tetapi juga membuat spesies ini mudah dikenali dibanding kura-kura air tawar lainnya. Yuk, kenali lebih jauh!
Morfologi Unik Anggota Chelidae
Kura-kura dada merah masuk kedalam kelompok Chelidae yaitu kelompok kura-kura leher samping. Berbeda dengan kebanyakan kura-kura yang menarik kepala lurus ke dalam tempurung, kura-kura dada merah melipat kepalanya ke arah samping ketika merasa terancam. Cara bertahan diri tersebut yang menjadi ciri khas kura-kura dada merah sebagai kelompok Chelidae.
Secara umum, kura-kura dada merah memiliki tempurung bagian atas berbentuk oval dengan warna coklat tua hingga hitam. Warna jingga hingga kemerahan tersebut terdapat di bagian bawah tubuhnya yang meliputi ekor, plastron, dan daerah perutnya. Kura-kura dada merah muda cenderung memiliki corak yang lebih cerah dan akan memudar seiring pertumbuhannya. Mereka juga memiiki warna kuning yang berupa garis pada bagian bawah mata hingga rahang. Kakinya berselaput sehingga mampu berenang dengan baik di perairan, lehernya relatif pendek dengan kepala kecil dan mata yang cukup tajam untuk membantu mencari makan.
Persebaran dan Aktivitas Sosial
Anggota kelompok Chelidae tersebar di Papua, Papua Nugini dan Australia. Sebagian besar anggota pada kelompok ini menghuni aliran air yang lambat dan tenang, seperti sungai dan rawa-rawa. Mereka menyukai habitat yang tenang dengan banyak tumbuhan air. Perairan yang menjadi habitat mereka tersebut bukan hanya menjadi tempat berlindung tetapi menjadi sumber makanan bagi mereka.
Dari sisi kehidupan sosial, anggota Chelidae seperti kura-kura dada merah menghabiskan waktu di dalam air untuk mencari makan dan berlindung. Mereka memakan tumbuhan air, serangga kecil, moluska, ikan kecil. Terkadang mereka memakan sisa organisme mati sehingga membantu membersihkan lingkungan secara alami. Saat mencari makan, kura-kura dada merah bergerak perlahan menyusuri dasar perairan. Penglihatan dan penciumannya membantu menemukan makanan di sela-sela tumbuhan air. Meski terlihat lambat di darat, ternyata mereka sangat lincah ketika berenang. Kaki yang dimilikinya bekerja seperti dayung kecil yang mendorong tubuhnya bergerak tenang di dalam air.
Kura-kura dada merah dikenal tenang dan pemalu. Saat merasa terganggu, mereka akan segera menyelam atau bersembunyi di bawah tumbuhan air. Pada pagi hari mereka sering berjemur di atas kayu atau tepian rawa. Aktivitas tersebut dikarenakan mereka masuk ke dalam kelompok reptil berdarah dingin yang sangat memerlukan sinar matahari untuk membantu mengatur suhu tubuh dan menjaga metabolisme tetap stabil.
Cara Berkembang Biak
Ketika musim berkembang biak, kura-kura jantan akan berusaha menarik perhatian kura-kura betina yang melibatkan gerakan fisik seperti mengapung di sekitar betina dan menyentuh bagian tubuh betina dengan kakinya. Perkawinan kura-kura dada merah berlangsung di dalam air, nantinya kura-kura jantan akan berada di atas betina untuk berkembang biak.
Setelah itu, kura-kura akan naik ke daratan untuk mencari tanah atau pasir yang lembut dan aman. Di tempat tersebut nantinya mereka akan menguburkan telurnya untuk menghindari predator atau perubahan suhu. Sarang untuk bertelur tersebut memiliki kedalaman 7-11 cm. Satu sarang akan diisi dengan 10 hingga 14 butir telur. Telur akan menetas setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan. Anak kura-kura yang sudah menetas akan berjalan sendiri menuju air.
Hubungan Kura-Kura dan Lingkungan
Keberadaan kura-kura dada merah memiliki hubungan erat dengan kehidupan manusia. kura-kura dada merah hanya bisa tinggal di perairan yang bersih dan sehat, oleh karena itu keberadaannya bisa dijadikan sebagai indikator lingkungan. Ketika habitat mereka rusak maka populasi mereka akan ikut menurun. Menjaga keberadaan kura-kura dada merah bukan hanya menjaga satu jenis satwa, tetapi dapat dijadikan sebagai upaya menjaga lingkungan dan sumber air yang menjadi bagian penting bagi kehidupan manusia.
Sumber:
- Budiantoro A, Djuwantoko. 1999. Studi Populasi Kura-Kura Dada Merah (Emydura subglobosa) dan Ketersediaan Ikan Sebagai Sumber Pakannya di Danau Rawa Biru, Taman Nasional Wasur, Merauke, Irian Jaya. Universitas Gadjah Mada
- Pecor, K. 2003. “Chelidae“. Animal Diversity Web.
- Rhodin AGJ. 1993. Range Extension For Emydura Sublogosa In Papua New Guinea. Chelonian Conservation and Biology. 1(1). 47-48
Penulis: Jelika Restiana Suherman