Di antara keanekaragaman hewan laut, cumi-cumi dan sotong sering kali dianggap sama karena bentuk tubuhnya yang sekilas mirip. Meskipun memiliki banyak kesamaan, seperti delapan lengan dan dua tentakel, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas dalam anatomi, perilaku, dan habitat yang menarik untuk dipahami .
Klasifikasi Ilmiah Anggota Cephalopoda
Keduanya termasuk dalam filum Moluska dan kelas Cephalopoda, yang berarti “kaki kepala” karena kakinya terletak di bagian kepala. Meskipun mirip, keduanya memiliki perbedaan morfologi dan struktur tubuh yang signifikan. Secara ilmiah, cumi-cumi masuk ke dama bangsa Teuthida dan sotong termasuk dalam bangsa Sepiida.
Dari segi habitat, cumi-cumi tersebar luas di seluruh samudra dunia dan umumnya hidup di perairan terbuka sebagai perenang aktif. Sebaliknya, sotong lebih sering ditemukan di perairan dangkal hingga dasar laut (benthic), seperti area berpasir, berlumpur, atau berbatu. Sotong juga banyak ditemukan di wilayah tropis, termasuk Laut Mediterania, Atlantik timur, hingga Asia dan Afrika.
Serupa Namun Tak Sama
Meskipun sama-sama memiliki delapan lengan dan dua tentakel, terdapat beberapa perbedaan utama yang membedakan keduanya.
Dari segi bentuk tubuh, cumi-cumi memiliki tubuh ramping dan memanjang seperti torpedo, yang mendukung gaya hidupnya sebagai perenang cepat. Sebaliknya, sotong memiliki tubuh yang lebih lebar dan “gemuk”, dengan sirip panjang yang membentang di sisi tubuhnya. Perbedaan penting lainnya terletak pada struktur internal. Cumi-cumi memiliki “pen” atau gladius, yaitu struktur tipis dan fleksibel sebagai sisa cangkang. Sementara itu, sotong memiliki “cuttlebone”, struktur keras berpori yang berfungsi membantu mengatur daya apung di air.
Dalam hal pergerakan, cumi-cumi dikenal sebagai predator cepat yang aktif berenang. Sotong cenderung lebih lambat dan bergerak dengan cara menggerakkan sirip di sepanjang tubuhnya, sehingga terlihat seperti “melayang” di air.
Perbedaan juga terlihat pada mata: cumi-cumi memiliki pupil bulat, sedangkan sotong memiliki pupil berbentuk huruf W yang unik.
Selain itu, sotong dikenal memiliki kemampuan kamuflase yang sangat canggih, mampu mengubah warna dan tekstur tubuhnya dengan cepat untuk bersembunyi atau berburu. Meskipun cumi-cumi juga dapat berubah warna, kemampuan ini umumnya lebih menonjol pada sotong.
Status Konservasi
Secara umum, baik cumi-cumi maupun sotong tidak termasuk dalam kelompok hewan yang secara luas terancam punah. Banyak spesies dari kedua kelompok ini memiliki populasi yang relatif stabil karena tingkat reproduksi yang tinggi dan distribusi yang luas di lautan dunia.
Namun, tekanan dari penangkapan berlebih (overfishing), perubahan iklim, dan degradasi habitat tetap menjadi ancaman bagi beberapa populasi lokal. Selain itu, karena perannya sebagai predator sekaligus mangsa dalam rantai makanan laut, perubahan populasi mereka dapat berdampak pada keseimbangan ekosistem laut.
Sumber
- Ocean Conservancy. (2017). How to tell the difference between squid and cuttlefish. Retrieved from https://oceanconservancy.org/blog/2017/04/07/how-to-tell-the-difference-between-squid-and-cuttlefish/
- Smithsonian Ocean. (n.d.). Octopuses, squids, and relatives. Retrieved from https://ocean.si.edu/ocean-life/invertebrates/octopuses-and-squids
- National Marine Sanctuary Foundation. (2020). Sea wonder: Cuttlefish. Retrieved from https://marinesanctuary.org/blog/sea-wonder-cuttlefish/
- Science Insights. (2025). What is a squid: Anatomy, behavior, and diversity. Retrieved from https://scienceinsights.org/what-is-a-squid-anatomy-behavior-and-diversity/
- American Oceans. (n.d.). Cuttlefish vs squid. Retrieved from https://www.americanoceans.org/facts/cuttlefish-vs-squid/
Gambar: Stephen Leonardi from Pexels: https://www.pexels.com/photo/close-up-of-a-cuttlefish-in-aquarium-30258619/