Kucing Busok, yang juga dikenal sebagai kucing Ra’as atau kucing Madura, merupakan kucing domestik langka yang berasal dari Pulau Ra’as, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Ciri khasnya antara lain penutup tubuh rambut dengan helaian padat berwarna abu-abu kebiruan dan ekor pendek yang terkadang memiliki bentuk bengkok di bagian ujung.
Di balik keunikan penampilannya, asal-usul genetik kucing Busok masih belum banyak diketahui. Penelitian ini menjadi langkah awal untuk menelusuri garis keturunan maternal atau garis keturunan dari pihak induk betina, sekaligus mengetahui apakah kucing Busok memiliki garis genetik yang khas dibandingkan kucing domestik lainnya.
Metode Penelitian dan Hipotesis
Peneliti menganalisis DNA mitokondria, yaitu materi genetik yang diwariskan melalui induk betina. Sampel berasal dari tiga kucing Busok yang dipelihara di Animalium Animal Science Center, serta satu kucing domestik berwarna abu-abu kebiruan dari Bekasi sebagai pembanding.
Urutan DNA tersebut kemudian dibandingkan dengan data genetik kucing domestik dari berbagai negara. Penelitian ini ingin mengetahui apakah kucing Busok memiliki garis keturunan maternal yang unik atau justru berbagi garis keturunan dengan populasi kucing domestik lainnya.
Hasil dan Diskusi
Hasil penelitian menemukan dua tipe garis keturunan maternal pada tiga kucing Busok yang diteliti, yaitu mitotipe A dan B. Keduanya merupakan tipe DNA mitokondria yang umum ditemukan pada kucing domestik di berbagai belahan dunia. Temuan ini menunjukkan bahwa kucing Busok belum terbukti memiliki garis keturunan maternal yang khas atau hanya ditemukan pada populasi tersebut.
Menariknya, salah satu kucing Busok memiliki pola DNA mitokondria yang sama dengan kucing domestik berwarna abu-abu kebiruan dari Bekasi. Kesamaan ini menunjukkan bahwa warna rambut yang serupa maupun garis keturunan maternal tertentu tidak cukup untuk memastikan identitas seekor kucing sebagai kucing Busok.
Peneliti juga membandingkan hasilnya dengan sejumlah ras kucing dari Thailand, seperti Korat, yang dikenal memiliki warna rambut abu-abu kebiruan dan penampilan yang sekilas menyerupai Busok. Namun, kesamaan mitotipe A dan B pada kucing Busok dan kucing dari Thailand tidak serta-merta membuktikan bahwa keduanya berasal dari leluhur yang sama secara khusus, karena kedua mitotipe tersebut tersebar luas pada kucing domestik dunia.
Dengan demikian, ciri fisik tetap penting dalam mengenali kucing Busok, tetapi diperlukan pemeriksaan genetik tambahan untuk memastikan identitas dan asal-usulnya. Penelitian lanjutan menggunakan penanda DNA inti, yang diwariskan dari kedua induk, serta sampel langsung dari Pulau Ra’as dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Penutup
Penelitian ini menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya data DNA maternal kucing Busok berhasil didokumentasikan. Meski belum menemukan garis keturunan yang unik, hasilnya memberikan dasar ilmiah untuk memahami sejarah genetik kucing asli Pulau Ra’as. Informasi ini juga dapat mendukung upaya konservasi, terutama untuk menjaga keberagaman genetik kucing Busok yang populasinya masih sangat terbatas.
Putra, W. P. B., Sutikno, Khaerunnisa, I., Nugraha, R. T. P., Subagyo, V. N. O., Wirdateti, Asrawijaya, E., Warman, A. T., Safitri, G. N., Gusti, C. R. K., Kristanto, A., Yamada, C., & Ophinni, Y. (2026). Mitochondrial DNA control region of the endangered Busok cat (Felis catus) from Ra’as Island, Indonesia. Discover Genetics and Evolution, 72, Article 6. https://doi.org/10.1007/s00294-026-01340-5