Research Corner Things To Do Group Calendar Internship About Us Beli Paket Edukasi 🎟
Species Story 23 October 2026 · Hania Chusni F

Pesut Mahakam di Tengah Terpaan Ancaman Lingkungan

Pesut Mahakam di Tengah Terpaan Ancaman Lingkungan

Selamat Memperingati Hari Lumba-Lumba Air Tawar, #KawAnimalium!

Tahukah kamu? Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) merupakan salah satu lumba lumba air tawar yang bisa kamu temui di Indonesia. Berbeda dari lumba-lumba yang sering terlihat di laut lepas, satwa ini menghuni kawasan pesisir dan perairan tawar Asia Selatan serta Asia Tenggara. Keberadaannya penting bagi ekosistem perairan, tetapi populasinya menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia.

Ciri Khas Morfologi dan Persebaran Populasi

Pesut Mahakam termasuk famili Delphinidae, yaitu kelompok lumba-lumba sejati. Tubuhnya relatif kekar dengan kepala membulat, dahi menonjol, dan moncong yang sangat pendek sehingga tampak seolah-olah tidak memiliki paruh. Sirip punggungnya kecil, sedangkan sirip dadanya lebar dan berbentuk segitiga. Panjang tubuh individu dewasa umumnya mencapai sekitar 2–2,75 meter. Makanannya terutama berupa ikan, tetapi juga dapat mencakup cephalopoda dan krustasea.

Walaupun bentuk tubuhnya menyerupai ikan, mereka adalah mamalia, bukan ikan. Satwa ini bernapas menggunakan paru-paru melalui lubang sembur di bagian atas kepala, sehingga harus muncul ke permukaan untuk mengambil udara. Pesut Mahakam juga berdarah panas, melahirkan anak, dan menyusui anaknya dengan susu yang dihasilkan induk betina. Sebaliknya, ikan umumnya bernapas menggunakan insang.

Spesies ini hidup di perairan pesisir dangkal, muara sungai, laguna, serta perairan payau dan tawar. Persebarannya membentang di kawasan Indo-Pasifik, dari Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Tiga populasi air tawar yang terkenal menghuni Sungai Ayeyarwady di Myanmar, Sungai Mekong di Kamboja, dan Sungai Mahakam di Kalimantan, Indonesia. Populasi lainnya ditemukan di wilayah pesisir dan laguna, termasuk Chilika di India serta Malampaya Sound di Filipina.

Interaksi Sosial dan Ancaman Populasi

Satwa satu ini umumnya hidup dalam kelompok kecil, biasanya kurang dari enam individu, meskipun kelompok yang lebih besar juga dapat dijumpai. mereka menggunakan suara dan ekolokasi untuk bernavigasi serta menemukan mangsa di perairan yang keruh.

Sayangnya, informasi tentang perilaku kawin dan perkembangbiakannya masih terbatas. Namun, betina diketahui melahirkan satu anak dalam satu kali kelahiran dan aktif menyusui anaknya selama masa pertumbuhan.

Sejak tahun 1990 hingga sekarang, pesut mahakam mengalami penurunan populasi yang cukup drastis, sehingga pada tahun 2000 pesut Mahakam dikategorikan sebagai satwa yang terancam punah (Critically Endagered) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Pada Februari 2026, perkiraan yang diberitakan berdasarkan pemantauan pemerintah menyebutkan bahwa hanya sekitar 66 individu Pesut Mahakam yang tersisa di habitat alami Sungai Mahakam.

Ancaman utama bagi pesut meliputi terjerat alat tangkap ikan, tabrakan atau gangguan dari lalu lintas kapal, pencemaran, serta perubahan habitat. Kini, perubahan lingkungan menjadi ancaman paling serius bagi populasi mereka karena dampaknya bukan hanya pada kualitas air, tetapi juga pada ketersediaan makanan, ruang gerak, dan keselamatan kelompoknya. Pesut hidup di sistem sungai dan danau yang saling terhubung; ketika habitat tersebut mengalami kerusakan atau perubahan aliran air, pesut semakin sulit menemukan tempat mencari makan dan berkembang biak. Hal ini yang menyebabkan pentingnya upaya perlindungan sungai dan pengurangan aktivitas yang membahayakan pesut untuk mencegah kepunahannya di masa mendatang.

← Kembali ke Research Corner