Research Corner Things To Do Group Calendar Internship About Us Beli Paket Edukasi 🎟
Species Story 18 July 2026 · Hania Chusni F

Jelajahi Fakta Menakjubkan dari Burung Pelari Afrika

Jelajahi Fakta Menakjubkan dari Burung Pelari Afrika

Burung unta (Struthio camelus) merupakan burung terbesar yang masih hidup di dunia dan termasuk dalam kelompok ratite, yaitu burung yang kehilangan kemampuan terbang selama proses evolusi. Meskipun tidak dapat terbang, burung unta memiliki adaptasi luar biasa untuk kehidupan di daratan terbuka, seperti kaki yang panjang dan kuat sehingga mampu berlari hingga sekitar 70 km/jam. Kecepatan tersebut menjadikannya burung tercepat di daratan dan merupakan strategi utama untuk menghindari predator. Sebagai herbivora oportunistik, burung unta juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan serta menjadi bagian penting dari ekosistem sabana Afrika.

Morfologi, Habitat, dan Persebaran

Burung unta dewasa dapat mencapai tinggi 2,1–2,8 meter dengan berat antara 90–150 kilogram. Spesies ini memiliki leher dan kaki yang panjang, mata berukuran besar untuk mendeteksi predator dari kejauhan, serta hanya memiliki dua jari pada setiap kaki, adaptasi unik yang meningkatkan efisiensi saat berlari. Jantan dewasa memiliki bulu berwarna hitam dengan sayap dan ekor putih, sedangkan betina berwarna cokelat keabu-abuan yang membantu kamuflase saat mengerami telur. Sayapnya yang besar tidak digunakan untuk terbang, melainkan membantu menjaga keseimbangan saat berlari, mempertahankan diri, dan melakukan atraksi perkawinan.

Burung unta hidup di padang rumput, sabana, semak belukar, dan daerah semi-gurun di Afrika. Persebarannya meliputi Afrika bagian timur, selatan, dan beberapa wilayah utara yang masih memiliki habitat sesuai. Burung ini mampu bertahan pada suhu yang sangat tinggi dan memperoleh sebagian besar kebutuhan air dari tumbuhan yang dikonsumsinya, meskipun tetap akan minum apabila tersedia sumber air.

Interaksi Sosial dan Perilaku Reproduksi

Burung unta merupakan satwa sosial yang umumnya hidup dalam kelompok berisi 5–50 individu dan sering terlihat berasosiasi dengan zebra atau antelop. Penglihatan serta tinggi tubuhnya membantu seluruh kelompok mendeteksi ancaman lebih awal. Ketika bahaya mendekat, burung unta lebih memilih berlari daripada melawan predator, meskipun tendangan kakinya sangat kuat dan mampu melukai bahkan membunuh predator besar.

Sistem reproduksi burung unta tergolong unik. Seekor jantan dominan biasanya membentuk kelompok dengan satu betina utama dan beberapa betina lain. Semua betina bertelur pada satu sarang bersama berupa lubang dangkal di tanah. Betina utama dan jantan kemudian bergantian mengerami telur: betina pada siang hari karena warna bulunya menyatu dengan lingkungan, sedangkan jantan pada malam hari karena bulunya yang gelap lebih sulit terlihat predator. Telur burung unta merupakan telur terbesar di dunia, dengan berat sekitar 1,2–1,8 kilogram. Setelah menetas, kedua induk bekerja sama menjaga anak-anaknya hingga cukup mandiri.

Status Konservasi

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), burung unta secara global berstatus Least Concern (Risiko Rendah). Namun, beberapa populasi liar mengalami penurunan akibat perburuan, hilangnya habitat, dan fragmentasi populasi. Berbagai penelitian menekankan pentingnya konservasi habitat alami serta pengelolaan populasi liar untuk mempertahankan keberadaan spesies ini di alam, mengingat sebagian besar individu kini ditemukan di kawasan konservasi atau peternakan. Jika kamu penasaran, kamu bisa melihat replika berukuran asli dari burung unta dan telurnya di Animalium. Yuk, ke Animalium!

 


Sumber gambar: Matt Burke https://www.pexels.com/photo/ostriches-in-the-savanna-8982805/

Referensi:

← Kembali ke Research Corner