Alarm Alami Penghuni Savana, Yuk Berkenalan dengan Ayam Mutiara!

Alarm Alami Penghuni Savana, Yuk Berkenalan dengan Ayam Mutiara!

Pernakah kamu mendengar nama ayam mutiara #KawaAnimalium? Hewan satu ini merupakan burung darat asal Afrika yang termasuk famili Numididae. Meski sekilas menyerupai ayam domestik, spesies ini memiliki karakter dan perilaku khas yang membuatnya sangat adaptif di habitat terbuka. Selain dikenal sebagai sumber protein di berbagai negara, ayam mutiara juga terkenal sebagai “alarm alami” karena suaranya yang keras saat mendeteksi bahaya.

Bintik Putih bak Mutiara

Secara morfologi, panjang tubuhnya berkisar 40–71 cm dengan bulu abu-abu gelap atau hitam yang dipenuhi bintik-bintik putih kecil merata seperti mutiara. Kepalanya relatif tanpa bulu, berwarna kebiruan dengan pial merah mencolok di sekitar wajah. Ciri paling khas adalah tonjolan keras seperti helm (casque) di atas kepala. Spesies ini tersebar luas di Sub-Sahara Afrika dan menghuni padang rumput, semak belukar, hingga lahan pertanian yang berdekatan dengan sumber air.

Morfologi ini menguntungkan mereka sebagai hewan omnivora. Warna bulunya menyamarkan mereka di balik dedaunan dan semak ketika mencari makan. Secara umum, makanan mereka terdiri dari biji-bijian, umbi, buah, serta invertebrata seperti serangga dan larva.

Tidak hanya unik, ayam mutiara berperan penting dalam mengendalikan populasi serangga, termasuk kutu dan hama pertanian, sekaligus membantu penyebaran biji tanaman melalui aktivitas foraging.

Strategi Bertahan Hidup dan Status Konservasi

Ayam mutiara dikenal sangat sosial dan biasanya hidup dalam kelompok berjumlah 10–30 individu. Mereka memiliki sistem kewaspadaan kolektif: ketika satu individu mendeteksi predator, seluruh kelompok akan segera bersuara keras dan bergerak menjauh bersama. Mereka juga memiliki kebiasaan tidur di pohon pada malam hari untuk menghindari pemangsa darat.

Sesuai namanya, ayam satu ini juga tidak menyukai terbang. Ayam mutiara lebih sering memilih berlari daripada terbang saat terancam. Vokalisasi mereka sangat khas, yaitu keras dan berulang sehingga sering dimanfaatkan manusia sebagai “penjaga alami” di peternakan.

Berdasarkan daftar merah IUCN, sebagian besar spesies ayam mutiara, termasuk Numida meleagris, dikategorikan sebagai Least Concern karena memiliki persebaran luas dan populasi yang relatif stabil. Namun demikian, fragmentasi habitat akibat perubahan lanskap pertanian serta tekanan perburuan tetap menjadi ancaman potensial terhadap populasi liar di beberapa wilayah Afrika.


Sumber:

  • A-Z Animals. (2025). Guinea fowl.
  • Encyclopaedia Britannica. (2026). Guinea fowl.
  • Portner, M. (2023). Numida meleagris (helmeted guineafowl). Animal Diversity Web, University of Michigan Museum of Zoology.