Rhacophorus reinwardtii, atau yang dikenal sebagai katak pohon terbang, merupakan salah satu amfibi arboreal khas Asia Tenggara yang kerap dinantikan perjumpaannya. Hewan satu ini dapat KawAnimalium jumpai di hutan-hutan lembap Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra, karena peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.
Ciri Khas Morfologi, Persebaran, dan Habitat
Katak ini memiliki tubuh ramping dengan warna dominan hijau cerah yang berfungsi sebagai kamuflase di antara dedaunan. Ciri khas utamanya adalah selaput lebar di antara jari-jari tangan dan kaki, yang memungkinkan mereka meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya untuk menghindari predator atau mencari makan. Panjang tubuhnya berkisar antara 5–8 cm dengan mata besar yang membantu penglihatan malam hari.
Secara geografis, R. reinwardtii tersebar di Indonesia (Jawa dan Sumatra), Malaysia, dan sebagian wilayah Thailand. Habitat alaminya meliputi hutan hujan tropis dataran rendah hingga pegunungan, terutama di sekitar aliran sungai, kolam hutan, dan area dengan kelembapan tinggi yang mendukung siklus hidupnya.
Respon Adaptasi Menakjubkan melalui Variasi Warna Tubuh
Secara umum, Rhacophorus reinwardtii memiliki variasi warna tubuh yang meliputi hijau terang, hijau zaitun, hingga hijau kekuningan atau kecokelatan. Bagian ventral (perut) biasanya lebih pucat, seperti krem atau putih kekuningan. Namun, terdapat beberapa variasi warna tubuh akibat adaptasinya pada lingkungan. Beberapa contohnya antara lain:
-
Lingkungan (Habitat Mikro)
Warna tubuh berperan sebagai kamuflase terhadap latar vegetasi. Individu yang hidup di lingkungan dengan kanopi rapat atau vegetasi gelap cenderung memiliki warna lebih kusam dibandingkan individu di area terbuka dengan daun muda. -
Kelembapan dan Suhu
Amfibi memiliki kromatofor (sel pigmen) yang memungkinkan perubahan warna sebagai respons terhadap kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan. -
Usia dan Tahap Perkembangan
Variasi warna juga dapat terjadi antara individu juvenil dan dewasa akibat perubahan fisiologis selama pertumbuhan. -
Kondisi Fisiologis
Aktivitas, stres, hingga kondisi reproduktif dapat memengaruhi distribusi pigmen pada kulit sehingga warna tampak lebih terang atau gelap dalam waktu singkat.
Fakta Unik dan Peran Hebat di Alam
Kemampuan meluncur menjadikan katak ini salah satu amfibi dengan adaptasi unik untuk mobilitas di kanopi hutan. Selain itu, R. reinwardtii juga dikenal membangun sarang busa di atas permukaan air sebagai tempat bertelur, yang berfungsi melindungi telur dari predator dan menjaga kelembapan selama perkembangan embrio.
Di alam, mereka berperan sebagai pengendali populasi serangga, sehingga membantu menjaga keseimbangan rantai makanan dan berkontribusi dalam mengurangi potensi ledakan populasi hama. Kehadirannya juga menjadi indikator kesehatan lingkungan, karena amfibi umumnya sensitif terhadap perubahan kualitas habitat dan pencemaran.
Status Konservasi dan Ancaman Populasi
Menurut IUCN, Rhacophorus reinwardtii saat ini berstatus Least Concern (Risiko Rendah), namun populasinya tetap terancam oleh deforestasi, fragmentasi habitat, pencemaran air, serta perubahan iklim. Hilangnya tutupan hutan dan kualitas badan air dapat mengganggu proses reproduksi dan kelangsungan hidup spesies ini di alam liar.
Sumber:
- Duellman, W. E., & Trueb, L. (1994). Biology of Amphibians. Johns Hopkins University Press.
-
Inger, R. F., & Stuebing, R. B. (2005). A Field Guide to the Frogs of Borneo. Natural History Publications.
-
IUCN SSC Amphibian Specialist Group. (2020). Rhacophorus reinwardtii. The IUCN Red List of Threatened Species.
-
Stebbins, R. C., & Cohen, N. W. (1995). A Natural History of Amphibians. Princeton University Press.
-
Wells, K. D. (2007). The Ecology and Behavior of Amphibians. University of Chicago Press.
-
Zug, G. R., Vitt, L. J., & Caldwell, J. P. (2001). Herpetology: An Introductory Biology of Amphibians and Reptiles. Academic Press.