Penyu Hijau Penyelamat Lamun dan Terumbu Karang

Penyu Hijau Penyelamat Lamun dan Terumbu Karang

Penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan satu dari enam penyu di Indonesia yang menepi ke pesisir Indonesia. Tergolong herbivora karena makanan utamanya lamun dan alga laut.

Namun pada fase tukik (anak penyu yang telah menetas dari telurnya) sebagai omnivora. Memakan kepiting, ubur-ubur dan juga spons untuk memenuhi nutrisi dan mempercepat pertumbuhan mereka.

Perilaku dan Morfologi

Bukan warna karapasnya (tempurung tubuh) yang tercermin pada nama Penyu ini, melainkan warna tubuhnya yang senada dengan namanya, sebab lapisan lemak di bagian bawahnya.

Tubuhnya berwarna kuning kehijauan atau cokelat hitam gelap. Cangkangnya membulat seperti telur bila dilihat dari atas dan kepalanya kecil dan tumpul.

Hingga saat ini usia kematangan reproduksinya belum diketahui, secara ilmiah. Perkiraannya di usia 45-50 tahun.

Menurut beberapa penelitian penyu umumnya bermigrasi dengan jarak yang tidak dekat dalam waktu singkat.

Biasanya penyu hijau betina bermigrasi dalam wilayah yang luas. Jarak 3000 km dapat mereka tempuh 58 hingga 73 hari saja.

Di alam penyu hijau punya cara berbeda ketika merasa terancam. Berbeda dengan kura-kura yang dapat memasukkan atau menyembunyikan kepalanya.

Penyu hijau justru berenang dengan manuver cepat di dalam laut untuk mempertahankan diri dari bahaya.

Ancaman dan Perlindungan

Sayangnya, di alam ancaman terdepan bagi kelestarian penyu hijau adalah antopogenik atau aktivitas manusia. Berbagai penelitian membuktikan, sepanjang tahun 2007 hingga tahun 2013 sebanyak 35 individu terdampar dan mati.

Penyebabnya, sebanyak 54 % trauma dengan aktivitas manusia. Sedangkan 63 % mengonsumsi sampah sintesis berupa sampah plastik lunak dan bening. Penyu melihat plastik tersebut menyerupai ubur-ubur (makanannya).

Selain itu hilangnya pasir pada daerah pesisir karena masifnya pembangunan membuat penyu kehilangannya tempat mendarat untuk menetaskan telurnya. 

Tak hanya itu, ancaman utama susutnya populasi penyu hijau adalah perburuan dan perdagangan telur serta bagian-bagian tubuhnya. Biasanya karapas penyu dibuat menjadi gelang hingga liontin kalung. Kerusakan habitat juga menjadi masalah kelam untuk penyu hijau.

Penyu merupakan salah satu reptilia yang nasional hingga internasional lindungi. Indonesia pun perlu memperbaiki ekosistem laut sebagai poros maritim dunia.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dalam keadaan hidup dan mati mengatur perlindungannya. Kemudian juga di dalam The International Union for Conservation of Nature (IUCN) penyu hijau masuk dalam kategori terancam punah (endangered).

Persebaran dan Ekologi

Penyu hijau ini hampir tersebar di seluruh perairan Indonesia, di antaranya pesisir bagian barat Indonesia seperti Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Lalu di perairan Tengah Indonesia seperti Kepulauan Seribu, Jawa Barat, Karimun Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Selanjutnya di kawasan timur seperti Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Papua.

Di alam penyu hijau punya peran menyeimbangkan ekosistem laut. Salah satunya membersihkan sedimen sehingga habitat lamun dan terumbu karang tetap terjaga.

Selain itu penyu hijau juga dapat mengontrol komposisi dan distribusi organisme yang dapat mengancam ekosistem terumbu karang. Menurut kalian apakah yang terjadi jika penyu hijau ini punah?

Penulis : A. Zenobia Anwar

Editor : Ari Rikin

Sumber: reptile database, lipi.go.id, kkp.go.id, tn-bunaken.com, peraturan.bpk.go.id, iucnredlist.org, gbif.org